"Renungan dibalik Bencana"


Akhir akhir ini bencana sering terjadi disekitar kita, gempa bumi ,banjir bandang bahkan tsunami di palu dan yang baru baru ini terjadi di tanjung lesung banten, pada akhirnya munculah berbagai macam opini dan diskusi kecil diantara sesama teman ,tetangga dan di lingkungan keluarga banyak pertanyaan an yang diajukan tentunya dari berita dan kabar yang mereka dengar.kenapa ya akhir akhir ini banyak bencana terjadi di negeri kita,dari pertanyaan dan perdebatan kecil seputar bencana yang terjadi Seorang teman nyeletuk untung tempat kita jauh dari laut dan gunung berapi yaaa,kalau kiamat gimana yaa? seorang teman saya lainnya pun menanggapi ,terus kamu pikir kita gak akan kena bencana gitu maksudnya ? hei bro ingat ya dimanapun kita tinggal bersembunyi di manapun kita tidak akan bisa menghindari bencana ,kiamat apa lagi kematian ,karena kita hidup di dunia ini hanyalah seumpama numpang minum,bencana dan kiamat adalah kuasa ALLOH SWT. 
Jadi yang perlu dipikirkan dan dipersiapkan adalah bekal kita selama menunggu antrian ajal menjemput kita pada waktunya, seperti yang pernah kamu bilang waktu kita melayat teman kita yang meninggal dunia kemarin, Bro kita ini juga antri lho masih ingat kan ?
“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya”. (QS Ali Imran : 145).
Sambil membuatkan kopi untuk mereka saya hanya senyum senyum saja sendirian dan berpikir , senangnya bersahabat dengan kalian teman temanku yang selalu saling mengingatkan untuk kebaikan.dari ruang tamu terdengar suara teriakan teman saya, tuan rumah kopi mana kopi lagi tidur di dapur yaa? oke boss kopi sudah siap jawab saya sembari membawakan mereka kopi hitam yang masih panas cocok untuk menghangatkan suasana yang kebetulan hari itu habis turun hujan dan tak kunjung reda, wah mantap nih hujan hujan minum kopi celoteh teman saya lagi dan kemudian dia pun bertanya kepada saya, kalau menurut kamu bagaimana bro tadi dengarkan ? waktu kita ngobrolin bencana ??? ya kalau aku sih sependapat dengan kalian kamu kamu dan kamu hehehe, intinya kita gak perlu mikir kapan bencana dan kiamat datang yang perlu kita pikir apakah kita sudah siap jika ajal menjemput kita itu aja sih ,maaf juga nih aku bukan sok suci atau gimana karena kalian adalah sahabat sahabat yang sudah aku anggap saudara sendiri jadi bolehkan kita saling mengingatkan ? "setujuuu jawab mereka kompak" obrolan kami pun berlanjut membahas cerita yang lain.

Dari cerita obrolan di atas semoga kita semua bisa mengambil hikmahnya bahwa kematian adalah satu kepastian yang akan menjemput kita menghadap dan mempertanggung jawabkan dihadapan Alloh Subhaanahuu wa ta’aalaa  segala yang kita perbuat di dunia, bencana dan kiamat adalah kuasa dan kehendak Alloh Subhaanahuu wa ta’aalaa . Semoga Alloh selalu memberikan hidayahnya dan memberikan  kesempatan kepada kita untuk menjadi hambanya yang lebih baik lagi Aamiin ya rabbal’alamin ,mohon maaf bila ada kesalahan saya hanyalah manusia biasa yang banyak kekurangan dan dosa  dan semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Mohon maaf Dan terima kasih sudah membaca Artikel Renungan dibalik Bencana

Damailah Dunia

About Author:

Chalid Anies Seorang Wiraswasta. Lahir dan dibesarkan di kota wisata Batu - Malang Jawa Timur Indonesia, menikah dan memiliki satu putra Blogger yang senang dengan hal - hal baru, bersinergi untuk menambah persahabatan dan persaudaraan." Anti Racism ".


Let's Get Connected: Twitter | Facebook | Instagram

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to ""Renungan dibalik Bencana""

  1. Semoga bisa menjadi ibrah bagi kita semua. Dan semoga kita semua diberika kesadaran. Amin

    MUDAH-MUDAHAN SEGERA SADAR

    ReplyDelete